.










Sabtu, 24 November 2012

Gantungkan Cita-citamu di Jemuran.


Siapa yang gak punya cita-cita? Semua orang bercita-cita. Pasti punya harapan untuk menjadi apa kedepannya. Untuk bagaimana kehidupan kedepannya. Kali ini gue ingin membahas tentang cita-cita gue yang mungkin memiliki makna bagi yang mengerti dan bagi yang tidak mengerti semoga bisa menjadi sebuah hiburan.

Kita mulai dari saat gue SMP... *flashback-ing*

Setelah gue merambah dunia baru alias SMP. Disinilah gue mulai lebih maceuh (aktif, bhs sunda) lagi. Bertemu teman-teman baru bukan suatu hal yang gue kira indah awalnya. Tetapi disini akhirnya gue menemukan sosok-sosok yang luar biasa dan berdampak positif bagi kehidupan gue sampai sekarang. Gue termasuk anak yang alhamdulillah gak bodoh-bodoh amat. Di SMP gue diikut serta-kan mama ke tes  kelas Bilingual dan siapa sangka ternyata masuk. Gue pada awalnya gak mau tapi apa daya tangan tak sampai, jadinya gue masuk ke kelas itu. Asing rasanya. Adaptasi adalah hal yang memuakkan bagi gue. Keluarga aja 1 gak diganti-ganti, kok ini diganti-ganti. Sosialisasi. Adalah alasan kenapa setiap manusia diwajibkan berkenalan dengan setidaknya 1 orang setiap ia memasuki ruang lingkup yang baru. Dan ternyata, kelas ini ga buruk-buruk amat. Gue mulai bertegur sapa dan mulai PDKT dengan satu demi satu siswa disana. Dan akhirnya akrab. Dari situ akhirnya gue menemukan teman-teman yang gue fikir 1 tujuan, 1 topik, dan 1 jalan. Mereka yang sekarang disebut Icons dulunya bernama A.S. (oh God...) alias Anak Seres (help help).

Mari kita bahas sejenak... Kenapa Anak Seres? Kenapa gak nyambung? Kenapa gak GAOL namanya? Gue sendiri pun masih heran kenapa namanya Anak Seres. Kalau gak salah karena gue suka kucing dan dirumah gue memiliki beberapa anak kucing yang salah satunya bernama Seres, salah satu dari kita asa nyeplos dan bilang “karena base camp kita di rumah icha (nama panggilan gue), jadi kita adalah Anak Seres!” dan yang lain langsung menyetujui. Anehnya gue tanpa pikir panjang tertawa dan menyetujui juga. (freak) nah, mulailah kita berdiskusi tentang cita-cita, saat itu ada guru Bimbingan Konseling kelas kami, Ibu Sawitri. Beliau mulai menanyakan pada kami semua apa yang akan kami capai nanti saat kami sudah besar. Gue bilang gue pingin jadi dokter hewan.

Kenapa? Karena gue adalah penyayang binatang. Pernah suatu saat, mas gue belum masuk TK, gue menonton film animasi. Ketika itu hiduplah seekor kelinci putih yang lucu menggemaskan, gue lupa lanjutannya tapi klimaksnya si kelinci itu kehilangan keluarganya dan tak tahu arah jalan pulang... kelinci itu tenggelam dalam lautan luka dalam karena keluarganya hilang entah kemana dan dia pasti merasa seperti butiran debu  yang tak bisa bangkit lagi. Oh tragisnya....
alhasil karena terlalu menyimak film animasi tersebut, gue menangis tersedu-sedu dan langsung dihampiri mama, mama pun bertanya “kenapa?” gue jawab sambil termewek-mewek “itu kelincinya kasi... hwaaaaa, kasi... hwaaaaa, kasi..a..nnn hiks hiks srooot” melankolisnya gue ya dari kecil udah kaya begitu.  Dan gue juga suka kucing, sempat gue pelihara 12 kucling sekaligus di rumah yang membuat geram nenek gue kalau lagi berkunjung ke rumah.

 Kucing pertama gue, gue dapet dari tetangga sebelah yang ngontrak di rumah mama. Namanya om Bayu. Dia bilang, dia mungut kucing itu dari pasar karena lucu dan bersih (oh baiknya.. *terharu). Akhirnya dia mandiin dan piara. Nah suatu saat gue baru pulang sekolah dan ada si kucing kuning kecoklatan itu. Lucu sih, wangi pula (lagi lagi gak nyambung). Gak lama om Bayu keluar dan akhirnya berbincang-bincang seputaran kucing, gue akhirnya meminjam si kucing kuning kecoklatan itu dan membawanya masuk ke rumah. Mama langsung gak bisa santai dan menjejali gue dengan 1001 pertanyaan tentang si kucing kuning kecoklatan itu. Gue jelaskan kalau kucing itu punya om Bayu dan akhirnya mama mengizinkan asal sorenya si kucing kuning kecoklatan itu dipulangkan ke tempat asalnya. Entah bagaimana asal mulanya, entah gue yang menamakan atau om Bayu yang menamakan si kucing kuning kecoklatan itu, tapi yang jelas namanya bukan si kucing kuning kecoklatan tapi Molly. Molly adalah kucing jantan paruh baya yang senantiasa berlugu-lugu, ber unyu-unyu dan gelendotan ke gue, (mungkin karena dia jantan dan gue betina...) bulunya halus (efek shampoo kucing anti rontok yang membuat rambut kucing anda berkilau) tubuhnya harum (efek bedak kucing beraromakan lavender dengan wajah kucing super pesek di labelnya) matanya kuning cerah, dan wajahnya ganteng seperti Primus Yustisio tapi ketumpahan obat penumbuh rambut. Ganteng kan?

Pernah juga gue melihara hamster, gue punya sepasang dulu, namanya gue lupa. Yang jelas gue sayang banget sama mereka berdua meski kalau mau pegang suka takut digigit. Gue sampe bikinin rumah buat mereka dari kardus. Tapi dasar aja gak tau diuntung, mereka gak mau tinggal disitu. Kerja keras dan jerih payah gue.... (sigh).  Pada suatu siang yang terik, gue menengok mereka ke halaman belakang dan mengenaskan................ hamster putih gue sudah tewas tak bernyawa akibat KDRT yang dilakukan si coklat. Gue pun menjerit dan memanggil seisi rumah, heboh atas kematian hamster gue yang putih. Gue langsung menyender di tembok dan merosot seketika, terjongkok dan menangisi keadaan yang terjadi. Oh tuhan... mengapa oh mengapa? Kematian itu begitu tragis, gue Cuma bisa menangis dan menulis di diary ber-gembok gue “telah mati si putih tgl ... bulan... tahun...” persisnya gue lupa tapi formatnya seperti itu.

Itulah yang menjadi alasan mengapa gue ingin menjadi dokter hewan, karena ingin menumpas KDRT antar sesama hewan dan ingin menyelamatkan mereka dari maut yang sudah ingin merenggut.

∞

Tahun kedua di SMP, kembali diadakan konsultasi cita-cita sama guru BK kami yang baru yaitu Ibu Nurlita. Beliau lalu mewanwancarai kami satu per satu. Saat itu gue sudah agak gaul dan semenjak rutinnya gue membawa laptop saat kelas TIK akhirnya berkenalanlah gue dengan situs tak terbatas bernama blogger.com. gue yang pada saat itu buta tentang blog mulai kepo tentang blog, kegunaan, cara kerja dan sebagainya. Setelah ngotak ngatik sendiri diiringi keringat yang tak hentinya bercucuran, gue akhirnya bisa menggunakan blog dengan baik dan benar. Semua curhat gue dari yang paling gak penting sampe yang dramatis ada di blog gue yang sampe sekarang berdiri dengan tegaknya. Tapi kebanyakan gue masukin draft karena... ya, banyak hal.

Lanjut. Saat mulai curhat-curhat di blog dan inget pas kecil dulu gue sering bikin puisi, jadilah gue bilang ke beliau kalau gue memutuskan untuk berhenti jadi dokter hewan yang sudah gue rintis sejak dari SD dan menggantungkan sebuah cita-cita baru yaitu... menjadi seorang penulis. Gue bisa memuntahkan sesuatu, bisa mengungkapkan sesuatu dengan tulisan, baik itu penting atau tidak, positif atau negatif, sedih atau ceria, semuanya bisa gue ungkapkan tanpa memutuskan urat malu gue dengan tulisan. Banyak hal yang bisa gue dapat dari menulis atau mengungkapkan sesuatu melalui paragraf-paragraf ringan. Gue jadi pede untuk berbicara di depan umum dan gak canggung lagi kalau ditanyain soal pendapat atau beradu argumen.

Gue sendiri dulu jarang punya temen yang sebaya. Berhubung nenek gue buka tempat kos-kosan di daerah UNPAD jatinangor, jadi yang mengayom gue dan mengelilingi gue semasa kecil itu mayoritas anak kuliahan. Dan gue sering kali ketakutan melihat tubuh mereka yang besar dan tinggi. Biasanya kakak-kakak perempuan lebih senang memberi “sesuatu” ke gue, kaya boneka, kue, dan pernak-pernih cowo. Sedangkan kakak-kakak cowo biasanya cuma tersenyum dan say hi. Berhubung gue belum masuk sekolah dulu, jadi ya gue gak begitu terbuka sama mereka, gue lebih senang berada di sekitar rumah gue atau gelendotan kaya bayi orang utan sama mama. Sampai akhirnya gue masuk sekolah dan bertemu teman-teman, komunikasi gue lakukan dengan se baik-baiknya sampai sekarang sama orang-orang yang berada di sekitar gue.


∞

Tahun ketiga, alias saat gue masuk kelas 9. Mulai terasa artinya classmate gue saat tahun ini. Banyak banget orang-orang yang bisa mengilhami dan menginspirasi gue sampe gue sekarang kaya gini. Mereka teman-teman terbaik sekaligus keluarga kedua gue. Dimana merekalah yang selalu mau menerima gue ketika gue gatau harus kemana, ketika gue membutuhkan mereka dan tanpa ditanyapun mereka sudah selalu siap sedia berada disamping gue, ketika gue rindu untuk dirindukan dan mereka senantiasa merindukan kehadiran gue diantara gelak tawa dan canda mereka. Indahnya rasa kekeluargaan kami jadi bikin gue seneng foto-foto

Dari kecil sih, hobby gue foto-foto alias narsis itu sudah diukir sama mama. Mama sering banget nyuruh gue pose-pose dan memakai baju-baju macam putri impian yang baik hati *ea. Dari tahun ke tahun, foto-foto gue selalu berpose dengan senyum centil, memeluk boneka, melakukan aktivitas atau berkacak pinggang sambil membawa payung, (kok kaya.... skip.) banyak juga foto gue yang diambil mama saat gue sedang tertidur pulas, bangun tidur? Ada, mau tidur? Juga ada. Untungnya gaada foto gue sebelum mandi, lagi mandi, atau sesudah mandi...

Mama itu gak pernah melewatkan 1 hal kecil pun, semua diabadikan melalui foto. Maka dari itu, seiring dengan pertumbuhan badan, otak, hati dan jiwa gue, gue jadi senang bernarsis ria.

Setelah berkenalan dengan blog, saat kelas 8 juga gue dikenalkan pada beberapa aplikasi baru yaitu photoshop, photoscape dan corel. Seperti biasa, gue selalu suka mengotak-ngatik sesuatu. Mulailah gue mengotak-ngatik aplikasi itu satu persatu. Lama-kelamaan setelah gue mengerti fasilitas yang diberikan, gue pun mencoba mengedit foto gue, dan hasilnya agak alay... dengan warna-warna ngejreng, tulisan-tulisan keriting, bingkai yang tidak lazim, dan emoticon berlebihan bertebaran.

Setelah fasih kurang lebih 3 bulan, kelas 8 gue sudah mahir mengedit foto, tau fungsi dari masing-masing tools di photoshop, photoscape dan corel. Dan kelas 9 ini gue mulai diperkenalkan dengan kamera sejuta umat jaman sekarang. Apa lagi kalau bukan DSLR dan SLR. Tapi berhubung globalisasi sudah menyebar kemana-mana dan sekarang era serba digital, yang berkenalan duluan dengan gue adalah DSLR. Dan untuk yang keberapa kalinya gue gak tau, tapi gue mencoba mengutak-ngatik lagi. Rasa keingin tahuan gue akan sesuatu itu menutupi semua faktor yang mengharuskan gue untuk berbuat tidak. Dan akhirnya, kurang lebih cara menggunakannya tidak jauh berbeda dengan kamera digital. Yang merupakan pengetahuan baru adalah ketika gue mulai tau apa itu lensa makro, lensa mikro, diafragma kamera, fungsi ISO, cara mengubah speed untuk shutternya, dan efek-efek ”cantik“ yang biasa di download di internet. Hahaha.

Pengetahuan gue semakin luas akan kamera dan segala macam tektek bengeknya, gue mulai menjajah toko buku dan mencari buku tentang penggunaan kamera yang baik dan benar. Gue sering cari tahu informasi tentang berbagai macam kamera di internet. Dan setelah kenalan dengan beberapa jenis kamera, gue berkenalan dengan Lomo. Dan gue juga diizinkan untuk membeli salah satu jenis diantara mereka yaitu Diana F+ edelweiss yang limited edition. Asik juga, pikir gue. Karena selain bisa mengabadikan suatu kenangan dengan tulisan, kita juga membutuhkan bukti kongkrit berupa gambaran yang terlukis jelas diatas selembar kertas mengkilap untuk dijadikan sebuah tanda mata atas kejadian yang kita rasa takkan bisa terulang lagi.

Sebagai perempuan, gue juga merasakan bahwa ketika gue sedang berwajah fresh atau bentuk rambut gue yang biasanya sehabis bangun tidur itu tiada tara indahnya, membutuhkan pengabadian. Atau jika kita bepergian ke suatu tempat yang indah semacam pantai, dengan terik matahari yang pas dan membuat warna kulit menjadi sedikit lebih cerah, efek ombak yang sedang menggulung menjadi background dan format foto yang ingin kita abadikan adalah “candid”  dengan kita yang sedang bermain pasir atau menulis nama sang pacar, atau malah mempromosikan username twitter dengan senyum yang dibuat se-tidak dibuat-buatnya, bisa juga sambil melihat jauh ke tengah laut, atau ya... bisa dibayangkan sendiri lah.

Seperti itulah contohnya, dengan narsis, kita juga bisa menilai apakah ada yang berubah dari diri kita atau tidak. Seperti misalnya jika bulan lalu, di kening hanya ada 1 jerawat, maka bukan berikutnya jerawat itu melahirkan bayi-bayi jerawat yang menggemaskan dan minta di pites. Atau mungkin bulan lalu pipi terlihat tirus sedangkan bulan berikutnya terlihat seperti marmut yang sedang menyimpan makanan cadangannya untuk hibernasi.

Bu Nurlita kembali ke kelas kami untuk tahun keduanya ini. Beliau kembali mewawancarai kami satu persatu dan akhirnya tibalah giliran gue. Gue maju. Bu Nurlita bertanya lagi seperti tahun lalu. “mirsha, sekarang masih minat jadi penulis? Atau..” gue jawab “masih bu, tapi..” “kenapa?” katanya, lalu gue jawab “saya pingin jadi penulis yang sekaligus merangkap jadi fotografer, saya tidak hanya ingin mengabadikan sesuatu melalui tulisan saja, tapi melalui foto juga.” Jawab gue panjang lebar. Bu Nurlita hanya tersenyum dan berkata “lanjutkan ya!”. Percakapan pun berakhir .


Dari semuanya gue ngambil kesimpulan kalau memang sosialisasi dan komunikasi itu memang sangat penting baik bagi masa kini apalagi masa depan. Semua harus disiapkan secara matang. Baik dari segi fisik, maupun mentarl. Ilmu yang kita miliki sekarang harus dijadikan modal awal untuk membangun satu cita-cita yang tidak hanya menguntungkan untuk diri sendiri tapi juga menguntungkan bagi orang-orang yang berada di sekitar kita.

Mungkin ada yang bertanya, “sekarang cita-cita kamu apa ca?” apakah akan menjadi dokter hewan lagi? Apakah akan menjadi penulis? Atau apakah akan menjadi seorang fotografer? Atau menjadi seorang dokter hewan yang hobby menulis dan mempunyai usaha fotografi? Bisa jadi.

Tapi hal yang sangat gue cita-citakan sekarang, detik ini, adalah hattam Al-Quran. Dari dulu gue selalu ngaji, tapi kenapa perasaan gak beres-beres. Gue termasuk orang teledor, setiap gue habis baca Quran, gue pasti selalu lupa menandai yang mana yang udah gue baca dan darimana gue harus melanjutkan kembali. Bodohnya, ketika gue berada di posisi itu, gue selalu ngaji dari awal. Jadi siapa yang bego? ....  bener-bener gue cita-citakan nih. Semoga aja, ketika nanti buku ini lahir ke dunia, kelar juga gue baca 30 juz Al-Quran. Aamiin. Cita-cita kedua yang gue ingin wujudkan adalah tidak lain dan tidak bukan... menyelesaikan dan berhasil melahirkan buku ini, yang akhirnya bisa dikonsumsi oleh masyarakat banyak dan menjadi inspirasi atau sekedar flashback mengingat masa-masa muda yang telah lalu.

Cita-cita untuk karir gue kedepannya sih ingin menyelancari dunia entertaiment, tepatnya gue ingin belajar menjadi seorang broadcaster. Menjadi seseorang dibalik layar tampaknya jauh lebih menantang, membutuhkan ide-ide yang tidak biasa, juga lebih berjasa dan berharga daripada menjadi seseorang didepan layar. Tanpa seseorang yang berada dibalik layar, kita tidak akan pernah tahu apa itu sebuah layar, mana belakang dan mana depan, mana seni dan mana hasil karya. Karena dibalik layar kita yang merekayasa, kita yang memuntahkan ide-ide dan kreativitas kita, sementara didepan layar hanya tinggal mengekspresikan dan bergerak sesuai dengan ketentuan yang diberikan oleh seseorang dibalik layar tersebut. Itu sih menurut gue. Intinya, gue ingin membuat atau membantu orang-orang lebih baik dengan ide dan kreativitas yang gue miliki.

Remaja tak luput dari masa-masanya mereka mulai berkenalan dengan suatu sentuhan kasih sayang Tuhan yang diberi nama cinta. Setiap jiwa memiliki hari yang Tuhan limpahkan dengan cinta. Banyak harapan yang bersembunyi dibaliknya. Maka dari itu gue juga memiliki harapan atau cita-cita untuk masalah cinta ini. Cita-cita gue ini pernah gue utarakan ke pelatih vokal gue, kang Farid. Gue pingin bertemu jodoh gue di Ka’bah. Ketika gue sedang berumroh suatu saat nanti. Entah bagaimana caranya biar Tuhan yang menyusun, tapi cita-cita gue yang satu ini ingin sekali gue capai. Bayangannya kalau gue dapet jodoh di sana kan terasa adem. Kaya yang sudah diberi ikhlas sama Tuhan. Entah gue yang terlalu berotak sinetron entah  otak gue yang memang berisi sinetron (loh?), tapi untuk yang satu ini gue selalu berdoa sama Tuhan. Semoga terkabul ya, aamiin.


∞

Entah kenapa, tapi untuk sekarang, gue gak mau menggantungkan cita-cita gue terlalu tinggi sampai ke langit. Karena mulai menyangkut masalah hati dan perasaan, sedikit lebih serius ya.

Loh? Kenapa? Ada apa?

Trauma? Engga. Pernah gagal? Pasti. Tapi hal yang mengurungkan gue menggantungkan cita-cita gue lebih tinggi dan yang pada akhirnya membuat gue menarik cita-cita gue yang tinggi lalu digantungkan di jemuran adalah...
Karena gue pernah jatuh saat gue sedang dalam perjalanan menuju cita-cita gue yang tadinya akan gue bawa lebih tinggi lagi. 

Salah adalah ketika kita terlalu mencita-citakan seseorang itu seperti apa yang kita fikirkan. Saat manusia tidak pernah puas, saat apa yang mereka cita-citakan tercapai dan akhirnya mempunyai cita-cita baru, dan terus seperti itu sampai mereka lelah sendiri dan puas atas apa yang telah mereka dapat.

Dan ya, gue manusia. Khilafnya, buruknya manusia seperti gue adalah tidak pernah puas akan sesuatu hal. Ketika gue mendapatkan cita-cita gue, terbitlah cita-cita baru gue yang lebih tinggi. Apa yang gue cita-citakan lebih tinggi, dan setelah terkabul gue akan memikirkan cita-cita baru dan seterusnya seperti itu. Inilah manusia, egois. Dikasih hati eh, minta jantung. Mungkin kalian yang membaca buku ini juga pernah melakukan hal ini. Manusia memang tak luput dari kesalahan, dan ya, gue manusia, gue juga pasti punya banyak kesalahan, tapi kalau salah terus?
Perasaan gue campur aduk ketika look back dan mengingat betapa buruknya gue. Betapa egoisnya, betapa rakusnya gue untuk bercita-cita...

Di bab ini, gue juga ingin memohon maaf pada orang-orang yang sempat gue jadikan gantungan cita-cita gue. Orang-orang yang selama ini gue cita-citakan lebih dan hanya mampu bertahan sampai mereka benar-benar lelah berdiri, memegangi  cita-cita gue yang harus bisa mereka capai, demi gue.

Maaf karena gue telah menggantungkan cita-cita gue pada kalian.

Satu pesen gue. Jangan terlalu mencita-citakan sesuatu, terlalu menginginkan cita-cita itu tercapai, terlalu bercita-cita yang muluk-muluk, bercita-citalah sewajarnya. Jangan terlalu tinggi menggantungkan cita-cita, tapi jangan diletakkan juga. Gantunglah cita-citamu di jemuran. Tidak terlalu tinggi atau terlalu rendah. Cita-cita itu tetap berada di atasmu, kamu tetap harus mendongak kearah atas untuk melihat cita-cita tersebut, capitlah cita-citamu menggunakan penjepit jemuran agar angin tak bisa membuatnya terbang jauh. Saat kamu siap mewujudkan cita cita itu, dengan tidak kesusahan kamu akan bisa mencapai cita-cita itu tanpa perlu merepotkan orang lain untuk menggapaikannya.


∞

Sabtu, 04 Februari 2012

4 juni 2011-4 februari 2012

hari ini tepat 8 bulannya bunga mawar putih yang dia kasih ke gue sama 1 bungkus coklat cadbury... yes, you've gave me roses, and I'd never let them there to die. setidaknya, bunga ini masih utuh.


selamat bulan ke-8 ya, bunga.

song of us

enchanted-taylor swift,
enchanted-owlcity,
kata-the trees and the wild,
fight the future-the trees and the wild,
yellow-coldplay,
one time-justin bieber,
i love you-avril lavigne,
dari hati-club eighties,
karena kamu cuma satu-naif,
the best thing-mocca,
secret admire-mocca,
today was a fairytale-taylor swift,
untouchable-taylor swift,
half of my heart-john mayer ft. taylor swift,
like we used to-a rocket to the moon,
baby blue eyes-a rocket to the moon,
fake plastic trees-radiohead,
vanilla twilight-owlcity,
friday I'm in love-the cure,
di bangku taman-pure saturday,
selamanya cinta-d'cinnamons,
creep-radiohead,
L.O.V.E-michael buble.

secret admire

gue inget saat itu kita, gue dan dia, baru pulang dari kebun binatang... dan karena gue mau hunting foto, jadinya gue sama dia jalan kaki sampe rumah dari kebun binatang. karena beberapa hari sebelumya dia sering nyanyi-nyanyi lagu the best thing by mocca, gue jadi hafal nada-nadanya, dia bilang "ituloh, yang backsoundnya cadbury". kebetulan gue pencinta cadbury, jadi gue tau iklannya... gak nyambung. pas kita otw rumah, sambil gue hunting foto-foto di daerah dago sekitar jam 4/4.30 sore.dia sering bersiul. lagu itu lagi, gue bilang "terus aja lagu itu" sambil menekan shutter di diana f+ gue. dan setelah puas ngambil gambar gue diem, kita ngobrol biasa, ketawa-tiwi kaya freak. engga sih. daerah sma 5-3 gue ditanya sama dia apakah mau naik angkot aja pulangnya atau tetep jalan, gue bilang pingin tetep jalan, karena menurut gue momen ini gaakan bisa gue lakuin sama orang lain. akhirnya dia mengiyakan. gue stuck tiba-tiba, gue takut nyasar. dan dia acting panik dan bilang kalau dia gatau saat itu kita lagi dimana... tololnya gue ikutan panik dan percaya. dia super jahil kalau urusan seperti ini. dia tau gue orangnya panikan dan rempong kaya bencong. makannya dia bertingkah kaya gitu. ngeselin sih, tapi... selalu ngangenin.

setelah dia puas ngerjain gue dan kepanikan gue yang masih belum hilang, dia mulai bersiul lagi... karena kesel dan sotau-_- gue langsung nyanyiin salah satu part lagu the best thing yang nadanya mirip sama nada yang dia siulin. apadaya, kesotoyan gue membuahkan ledakan tawa dari dia... gue heran, gue tanya "kenapa sih?" sambil ketus karena hal sebelumnya, dia jawab "KAMU SOTAUUU HAHAHA" sambil mendengarkan tawa dia yang panjang dan dengernya pun bikin cape, gue tanya lagi "emang salah ya?" sambil menciut urat malu gue... dan dia bilang bukan the best thing, tapi secret admire... masih lagu mocca, dan nadanya pun mirip banget sepengetahuan gue saat itu. ah betapa malunya gue, padahal kita meluangkan waktu untuk berhenti sebentar terus ke circle K beli minum, eh setelah keluar dari sana dia lanjut ketawa lagi... sebenernya tingkah gue yang langsung ciut itu yang bikin dia ngakak, bukan karena sotaunya. dia bilang gitu ke gue suatu hari, sampai-sampai kalau lagu itu kebahas, dia pasti terbahak-bahak persis kaya pas kejadian itu dan gue cuma bisa dijadiin korban pembulian sama ketawanya dia.
kejadian itu yang gapernah bisa gue lupain, karena kebetulan recent updates di bbm gue ngeshow lagu lagu yang contact gue dengarkan, gue sempat ngeliat dia dengerin secret admire akhir-akhir ini dan gue cuma bisa ngebayangin... kayanya dia lagi ketawa keraaaas banget sambil nginget-nginget kesok-tauan gue saat itu...

its my first love...

pernah gak sih lo dikasih banyak kesenangan, kebahagiaan, cerita, kenangan, tawa yang gak sedikit? sama siapapun, teman, keluarga, (mantan) pacar?

gue mendapat itu dari dia. first love gue. pas smp. seneng kalau udah inget gimana dulu kita kenal. deket. pacaran. kembali ke 2009...


kita sekelas dulu. kesan pertama yang ada di otak gue "ini orang imut bgt, mana wangi bayi" ya, dia dulu suka bawa switzal cologne. how cute. maksudnya... he's a boy, smp, dan masih pake switzal? hahah unyu. dan dulu gue sering banget mintain switzal yang dia bawa, apalagi kalau olahraga, dia selalu pake sehabis ganti baju. dan kesan kedua yang terpampang di otak gue "dia sangat metrosexual" bukan tanda ", tapi... dia ingin selalu tampil fresh, ga bau. 1 contreng di list gue, dia ga bau. at least wangi bayi. ah lucu banget... makin deket dan kenal, gue gak sengaja duduk bareng sama dia, waktu itu hari jumat dan dia kesiangan. gara-gara beberapa hari/minggu (gue lupa) sebelumnya gue sakit dan pembagian bangku sama wakel gue akhirnya gue kebagian duduk sendiri karena muridnya ganjil. kalau gasalah waktu itu ada 1 anak yang ga masuk dan temen sebangkynya dia duduk sama orang lain dan bangku penuh semua dan tinggal sebelah gue yang kosong... alhasil dia duduk sama gue. dan kita sharing qur'an karen waktu itu ada pendidikan akhlak alias P.A. entah dia inget atau tidak, tapi moment ini masih ada di otak gue sampe hari ini. suatu hari gue pernah nyeritain hal ini ke dia dan dia gainget... mungkin suatu saat inget. semakin hari ya biasa aja... -_- sampai satu saat gue denger dia ini itu sama pacarnya, ribut, karena seseorang. dia putus, nembak orang lain, jadian tp bentar. dan dia dicap playboy sama kebanyakan orang. "ni bocah belagu amat, playboy, mana jahat sama mantannya" kesan gue setelah mendengar berita-berita yang entah tabu atau tidak. tanda cross di list gue untuk kesetiaannya.
beberapa bula setelah gossip picisan tersebut. ada rumor, dia suka gue. wow? gue ga percaya dong. dan dia pernah sms ke nomer modem gue. gue inget banget... isi percakapannya seperti ini:

X: ini mirsha kan?
gue: iya, ini siapa?
X: ini (disamarkan)
gue: ooh, ada apa?
X: ga apa-apa, cuma cari temen smsan aja(seinget gue)
gue: ohaha, tp maaf yaa, pulsa aku abis he
X: oh oke
-------------------- ga gue bales...

entah setelah itu atau sebelum... gue pernah deket sama dia gara-gara yahoo messenger. kalau gasalah sih mau nembak cewe yang katanya jadi biang pecahnya dia sama mantanya. naaah ada satu momen yang kalau dipikir-pikir sekarang itu bisa bikin ngakak, seperti...:

yahoo messenger:
x: kata kamu diterima ga?
gue: gatau sih, berdoa aja ya:))
x: eeem, iya sih, trs kata kamu dia mau gak sama saya?
gue: gatau... heem :/
x: kalau kamu jadi dia kamu mau gak sama saya?:))
gue: hah? gatauuu, akukan bukan dia:))

-------------------------- kurang lebih seperti itu..

sampe sekarang gue gatau maksudnya ini apa... *lol

nah, sebelum naik kelas.... dia nembak gue... kita udah hadep-hadepan gitu, dia sama temen-temennya dan gue sama temen-temen  gue persis kaya ftv abg yang masih pake gelang gelang alay dan bando super besar kaya penutup geger otak. entah nembak atau apa gue juga bingung karena belum aja dia ngomong dan dia jawab dia udah putus asa duluan dan akhirnya berbalik lunglai. aslu kasian, gue gatenga liatnya waktu itu. entah karena temen gue yang membeber-beberkan kalau gue jadian sama orang, atau lg deket sama orang atau blabla gue gatau... asli iba gue liatnya. emang sih saat itu gue masih sangat dipengaruhi oleh omongan-omongan orang yang bialng dia playboy blabla... jadiya belum. gue putuskan seperti itu. dan dia move on, gue denger dia suka sana-sini, gatau siapa aja. sampe ada part yang bikin nyesek. yaudah. nyesel sih gue, lumayan lah, tapi gadibawa rungsing kaya sekarang-_- lanjut..
kelas 8, semester satu kita jauh. jauuuuuh banget kaya yang gak kenal. freak. semester dua, gue memergoki dia bbman sama temen gue. waktu itu lagi latihan ansamble di rumah guem dan si temen gue ini numpang ngecas, pas gue turun trs naik lagi, temen-temen gue udah ngerubungin dia sama bbnya dia. gue kepo. trs mereka langsung gelisah kaya orang-orang yang ada di salah satu acara musik sebagai tim horenya. karena gak dikasih tau, gue memilih untuk pundung. sampai beberapa saat kemudian (entah hari) gue dikasih tau sama mereka kalau dia bakal nembak gue lagi. kaget. tp ko seneng. ah gatau deh. terus..... ada berita yang gakalah bikin kaget juga, katanya, gara-gara temen-temen gue ngebocorin rencana dia, dia malah mengurungkan niatnya buat nembak gue..................................... kalau gasalah sih kejadian ini tuh setelah kita seangkatan pergi ke jogja buat study tour. 27 februari seinget gue.

naaaah pas di jogja itu kan kita nginep di hotel, karena anak lain iseng mainin telfon, gue juga ikut-ikutan pingin ngerjain anak-anak cowo. gue hubungin kamar dia, dan ngisengin, niatnya semoga aja yang ngangkat dia... eeh taunya bukan. yaudah, woles. pas gue tutup gara-gara gabisa nahan ketawa beberapa saat kemudian ada telfon... bukan gue yang ngangkat, tp temen gue. dan kalau gasalah yang ngerjain balik itu dia... ah bete. engga sih. dikit sih. yaudah bete. dan pas ke borobudur kalau gasalah dia beli topi caping, itulooh, topi petani, yang bentuknya segitiga, runcing kaya tumpeng. dan gue sempet make topi itu juga... haha yaudah sih ya-_-
dan ini. adegan super super............. pas otw balik ke bandung, gue sama dia duduk sebrangan

[(X) (gue)]    [(dia) (X)]

setelah kita nonton paranormal activity 1 bareng, kan ngerubung tuh di bis, kayanya pada cape ya, akhirnya kembali ke tempat semula semuanya. dan memutuskan untuk pada tidur. naaah, entah gimana caranya tapi gue sudah menemukan dia memakai kacamata hitamnya dengan frame putih yang pada saat itu lagi in banget. dan gue duduk di sebrangnya pake kacamata juga. cie ya. biasa aja sih, gue liat ke sebelah kanan gue... temen gue udah tidur, dan disamping dia juga udah tidur... pas itu gue emang ga ngantuk sama sekali................ entah dia tidur apa engga, masalahnya dia tidur menghadap ke kanan alias menghadap ke gue. stuck abis. gue bingung dia tidur apa melek, kalau gue liat dia ketauan apa engga mata gue melek, delekin dia. akhirnya pas udah yakin bis itu gelap dan kacamata gue bisa melindungi gue dari segala macam hujatan di otak dia, gue ngebalik ke kiri alias, berhadap hadapan, gue sedikit ngulet biar keliatan pegelnya... oh man..... dan gue fikir kayanya dia tidur, gue pasang posisi tidur secantik mungkin sambil liat dia dan akhirnya gue udah di bandung. gue ketiduran. yaudah sih ya... pas sampe di bandung sih udah langsung pingin bercumbu sama kasur dirumah, tapi semua rute di bis sebelumnya malah bikin gabisa tidur. seneng. seneng banget. gue suka kaliya sama dia?

sebelum naik ke kelas 9 ada adegan yang hhh gitulah ya. apalagi pas kemping. sebenernya gue seneng liatnya, seneeeng banget. tapi ada bagian yang perlu dikasih hansaplas-_- lewat.
naaah, ada kejadian ngakak, konflik pertama gue sama dia, kita sahut-sahutan, bahasa gue sama dia udah ga kekontrol. tragis... kita berantem, sindiran loncat kesana-kemari dari mulut gue ke dia, dari mulut dia ke gue. parah. sampai kelas 9 semester pertama pas lebaran, gue akhirnya memutuskan untuk minta maaf ke dia, gaenak juga sih, hubungan gue sama anak-anak cowo jadi kurang baik juga. setelah damai, deket-deket semester 2 kita deket lagi... persis kaya pas kelas 7 dulu, kita yman, pas semester dua juga gara-gara anak anak sering conf ym, dan akhirnya kita deket. gombalan dia melayang-layang di ubun-ubun gue, pas conf juga gue dan dia memiliki personal chat, dan ngobrol panjang sampai pagi. direct messagenya dia, selingan ym gara-gara koneksi yang ga bagus dan sms pertama gue

"sorry for the bad connection"
-------------

dan kita lanjut smsan, dilanjut dengan sharing lagu dan music videonya, dari mention pertama yang care banget

"cepet sembuh ya, istirahat yang cukup" "maaf gara-gara saya kamu jadi sakit"
----------------

yang bikin semuanya curiga, dan kejadian ini itu yang bikin gue kembali tertawa dan kemudian menangis.
andai semuanya bisa diputer ulang. seharusnya gue bilang "IYA" pas kelas 7 dulu, atau... gue ga memaksa temen-temen gue untuk tau rencana apa yang dia dan temen gue rahasiakan pas kelas 8 dulu, atau...seharusnya perasaan gue ke dia sama kaya dulu, biasa aja. kalau ujung-ujungnya kaya gini. ujung-ujungnya gue harus kaya dulu lagi. mendem semuanya, menyembunyikan semuanya dari dia.

broken heart

gini nih, bagi kebanyakan orang termasuk gue sendiri galau adalah rutinitas.
apa itu galau? keadaan dimana seseorang bingung harus gimana. harus maju atau berhenti, harus berjuang atau pasrah. bisa menang atau malah kalah.

galau sekarang identiknya sama masalah percintaan. ya, rumit. mencintai seseorang itu rumit. apalagi kalau dia udah ga sayang sama lo. atau sayang sama orang lain.
kadang, gue suka menyalahkan, apapun. kenapa dia ga sayang banget sama gue, sementara disini gue sayang banget sama dia. sampe lupa makan, tidur kurang, hidup gaada warnanya, kaya tv taun 70an. tragis? memang. belum pernah? nanti ada waktunya.

sekarang ini gue lagi bingung. orang-orang di sekeliling gue lagi mempunyai banyak trouble. termasuk gue sendiri. gue bingung kenapa? karena hati berkata iya, tapi otak melarang keras. dalam hal apa? banyak. terutama ya perasaan. jujur, gue pinginnya berhenti. tapi gabisa. susah. kenapa ya susah? apa jodoh? kalau bukan jodoh ya kenapa harus sesayang ini?

hari ini gue lagi ngoprek laptop gue dan buka folder foto pas jaman-jamannya smp dulu. kebuka lah folder terlarang itu. foto-foto gue sama dia, capture-an chat. blablabla. kangen. kangen banget. 1 bulir... 2 bulir.. 3 bulir... deras.
disatu sisi gue seneng banget buka folder itu, di sisi lain gue nyesel. karena folder itu gue jadi 'gini' lagi. sedih iya, seneng iya, galau. gue malah sempet mikir... kenapa orang disekeliling gue bisa sedangkan gue engga. ada salah satu temen gue, pdkt sama temen gue yang 1 lagi, sama sama suka dan jadian akhirnya. padahal mereka baru putus dan sesi pacaran mereka bisa dibilang cukup lama. ko bisa? batin gue dalam hati. apakah memori antara mereka dengan pacar yang sebelumnya sedikit? ko gue suka sama orang baru aja susah setengah mati.... apa dalam jangka waktu pacaran gue yang bisa dibilang sebentar itu memorinya kebanyakan apa gimana? galau.  lagi.

bingung... gimana kalau dia bisa kaya gitu sedangkan gue engga? dia sama cewe barunya dan gue disini sama hati gue yang udah bocor sana-sini liat dia sama cewenya. gue takut. gue takut dia memperlalukan cewe barunya kaya memperlakukan gue dulu. jangan. cukup gue aja yang rasain, pake cara yang beda. ya, gue takut tersaingi. salah... sekarang gue siapanya dia?

perasaan gak bisa dibohongi, sampai saat ini kenapa gue kekeuh sama dia? gue sendiri aja bingung. gue selalu berdoa agar Tuhan ngasih jalan terbaik buat gue, kami. tapi makin sini gue makin sayang. apa ini jalan terbaiknya? atau belum? marah salah, diem salah. seseorang selalu bilang "nak, kamu cantik, cari lagi" seseorang yang satu lagi bilang "masih banyak, sayang, bukan cuma dia" lalu kenapa hati ini gak bilang begitu? kalau kenyataannya harus melepaskan kenapa gabisa lepas? kalau nyatanya masih banyak yang mau, kenapa yang gue mau cuma dia?

"jodoh itu gak kemana, kalau jodoh pasti ketemu lagi, ya hadapi dulu tantangannya" part yang paling gue gasuka itu bukan masalah jodoh atau gak jodohnya, tapi tantangannya. sakit.

Senin, 23 Januari 2012

aral.

ketika lo merasa hilang arah, hilang pikiran. aral.

lo gatau mau ngapain, mau gimana, mau pasrah tapi gakmau, mau berusaha tapi udah gakuat. 

kenapa gue begitu susah lupa sama lo, sedangkan lo terlihat bisa. dengan gampangnya menghapus jejak gue. I wish I could be you. its more simple. lo ga perlu nangis-nangis tanpa alasan. gak jelas, makin hari makin aral. makin labil. gak jelas. 
kenapa lo begitu penuh dengan misteri, gerak-gerik lo ambigu. gabisa gue tebak. gue cape gini terus. 
ketika lo sayang sama orang dan orang itu gak jelas, ngambang, antara sayang dan tidak. labil. ketika lo kurang dewasa, belum bisa menangani semua ini dengan baik. ujung-ujungnya lo nangis lagi. kembali aral. 

gue stuck. sama kebegoan gue atau lo yang racun. kadang gue suka nyalahin lo. maksud gue... gue selalu keinget janji lo, gue pingin nagih. mana? mana yang katanya selamanya?

labil.

maksud gue..... setelah selama ini, semua yang lo tunjukin ke gue, bikin gue yakin, percaya, makin hari makin menjadi. makin sayang gue sama lo. gue gak nyangka aja, tiba-tiba gue harus terima kenyataan bahwa omongan lo selama ini salah. atau mungkin belum terwujud. 
seharusnya memang gaada yang gue salahin, gue minta maaf sama lo. maaf karena gue udah terlalu percaya sama lo. maaf karena gue udah menaruh harapan lebih di diri lo. maaf karena gue udah terlalu sayang sama lo. maaf karena gue masih belum bisa jadi apa yang lo mau. 
ini gue, gue sayang sama lo apa adanya. kalau memang lo masih sayang sama gue, gue harap lo bisa terima kekurangan gue, apapun itu. sifat, sikap, fisik, latar belakang. karena, I do. gue gitu ke elo. 
gue tau, kita sama-sama keras. gue akui, I'm a stubborn. so.. I just want to learn from my last mistakes, gue tau gue pernah punya salah sama lo. banyak. 

gue ketergantungan sama lo. salah. salah besar. tapi, hati gabisa dipaksain... gue selalu pingin tau gimana lo sekarang, perkembangan lo setiap harinya, kabar, udah makan belum, shalat lo 5 waktu ga hari ini, gimana dengan kemaren? dan.. lain-lain

gue tau gue kepo berat. gue peduli, gue care sama lo. masih care. mungkin lo risih.... maaf, maaf kalau semua yang gue lakuin bikin lo risih. maaf gue terlalu care sama lo. maybe people think that I'm a psycho. lebay. gue tau. gue kadang sadar. balik lagi ke perasaan. susah. kaya lo tidur di atas kasur, taunya kasur lo menghilang dimakan kambing. mau sejelek apapun kasur lo, saat kasur lo gaada, lo kehilangan, lo jadi ganyaman kalau tidur, beda kesannya...

mungkin gue masih belum bisa adaptasi. susah. susah itu mungkin sugesti tapi setiap gue coba dan berhasil, tiba-tiba lo ngelakuin sesuatu yang bikin semua ini susah lagi.

maaf, maaf karena gue tau gue gabisa jadi apa yang lo mau. maaf atas kekurangan gue ini. I just love you... without any reason.

I remember...

gue selalu inget... semua kata-kata lo yang gue jadiin favorites di twitter sekarang. saat lo bilang "i love you, all the time, forever." saat lo mempertegas bahwa "13 itu angka hoki menurut saya... " dan saat lo mengucapkan kata-kata yang bikin gue terharu. "We will fight our future together, honey. I love you" 


gimana gue begitu speechless saat lo memperlakukan gue dengan manis. gimana gue begitu blushing ketika temen-temen gue iri sama gue karena lo. gimana gue begitu seneng ketika lo pake parfum lo. gimana gue begitu gemes nyubitin pipi gembul lo. gimana gue begitu bahagia ketika lo ada disamping gue. gimana gue ngakak kalau liat perut lo. gimana gue begitu terbahak-bahak ketika lo ngelakuin hal konyol dan malah jadi lucu. gimana gue begitu kangen lo yang mulai sibuk. gimana gue begitu khawatir saat lo gaada kabar. gimana gue begitu takut ketika lo ngelakuin hal ekstrim. gimana gue begitu takut kehilangan sosok lo yang manis dan penyayang. gimana gue begitu perhatian dan sayang sama lo. gimana gue akhirnya duduk depan laptop gue sambil nyeritain ketakutan-ketakutan gue saat kita akhirnya pisah sekolah. gimana gue akhirnya gabisa berhenti nangis saat malam itu lo datang dengan tujuan ingin pergi. gimana gue akhirnya duduk depan laptop gue lagi sambil nyeritain lagi tentang lo yang dulu dan lo yang sekarang dan akhirnya bulir-bulir air netes dan masuk ke sela-sela keyboard laptop gue dan gue cuma bisa bilang... gue masih dan akan selalu inget.

dont you remember?

inget gaksih kamu?

kadang, suka kepikiran... inget gak sih kamu waktu kita pertama kenal? pertama berantem? pertama bersahabat? pertama pdkt dan... pertama pacaran?

disaat gue lagi kangen lo banget, gue suka nginget-nginget gimana kita dulu deket... dengan yahoo messenger dan direct message twitter sebagai perantara. dengan alibi alibi lo suka sama orang lain, dengan alibi gue yang deket sama cowo. dengan curi-curi liat pas di jogja. gimana lo suka dengan cara gue bicara, yang menurut gue gak bagus, disaat lo bilang gue cantik padahal kenyataannya lebih banyak yang lebih dari gue. dari perkataan-perkataan lo yang tulus. cara lo deketin gue, 3 tahun yang lo beberkan ke gue pada 'pagi' itu, sampe akhirnya gue sakit dan ganyangka ternyata lo sampe segitunya sama gue. dengan foto-fotogue yang lo sengaja save dan capture di hp dan laptop. dengan semua memori yang udah lo buat, baik buruk semua memori itu nempel di otak gue. direct message dan ym yang masih gue save-in historynya. lagu-lagu special, favorit gue yang khusus gue dedikasiin buat lo. gitar, piano, mic, drum, bass, saksi dimana kita latihan bareng. dengan senar gitar yang putus. dengan 2 mawar merah, 1 mawar putih dan 1 mawar pink. dengan lagu LOVE. dengan decak kaget temen temen kita. dengan rambut cepol gue dan salah tingkahnya elo waktu itu.

gimana gue sangat bahagia pada jum'at itu. jum'at terindah dalam hidup gue. dengan tanggal yang angkanya angka jimat buat gue. jam termenakjubkan dalam hidup gue, sepasang angka jimat gue, yang jadi penentu hubungan kita. dan konflik-konflik yang temen gue buat. lo yang kena batunya. gimana kita pertama menghabiskan waktu dengan tes sekolah menengah atas. file-file gue yang ketinggalan, dan lo bersedia dengan senang hati nganter gue ke rumah dan balik lagi. gimana kita duduk sebrangan di salah satu gor bandung saat tes berlangsung, entah kebetulan atau takdir. gimana konyolnya kejadian itu, saat lo nganter gue balik dan lo nabrak trotoar, hahaha. gimana dengan bahagianya lo masuk sekolah tujuan kita dan gue cuma bisa seneng karena lo masuk meskipun gue engga. lo rangkul gue, lo berhasil bikin gue tenang pada saat itu. pada saat pembagian nilai un keluar, gue cuma bisa duduk lemas sambil berfikiran negatif, lo dengan tenangnya menenangkan gue, menemani gue hari itu, sampai disaat gue out control lo dateng ke rumah gue, bawa 1 tangkai mawar putih dan cadbury medium. gimana lo dengan nekatnya kerumah gue malem malem bawain makanan yang beberapa menit sebelumnya gue ngetweet pingin makan itu, sambil lo bawa botol parfum lo. parfum yang udah jadi ciri khas lo dari lama. parfum yang sangat gue suka. gimana kita pertama cfd bareng. dan langsung caw ke kebun binatang, dimana gue menggenggam erat tangan lo di depan umum, dimana lo genggam erat balik tangan gue. gue gandeng lengan lo dengan bahagianya. bermain balon sabun lalu pergi makan dan... jalan santai sampai rumah. pergi ke tempat bebek favorit lo. makan cheesecake di motor. gimana kita nonton 1 hari dua kali... scream 4 dan tarix jabrix 3. hahaha, sambil turun beli frozen yougurt. gimana gue kaget setengah mati dan nyembunyiin muka gue di bahu lo ketika kita nonton insidious. gimana gue ngeri liat film true love dan lo ngelus rambut gue untuk menenangkan. lalu... bulan puasa pertama bareng lo. makanan-makanan berbuka yang sengaja gue siapin, gue masakin khusus buat lo. masak makanan berbuka bareng di rumah gue setelah nonton harry potter dan lo dengan PR-PR yang lo anggurin karena lo ngotot masak sama gue di dapur. gimana konflik kita setelah kejadian termanis dalam hidup gue, 14 agustus 2011. dan ketika kita lebaran bareng. 4 september 2011, ketika kita cfd terakhir bareng, gue dikacangin dan akhirnya lo menghibur gue seperti biasa, senyum dan kejahilan lo yang bisa bikin gue kembali ke keadaan normal. dan ketika lo ngasih surprise pas hari ulang tahun gue dan tiba-tiba ninggalin gue disaat hari yang menurut gue special dan lo termasuk didalamnya. ketika semuanya bercampur menjadi konflik baru dan akhirnya... byarrr. pecah. hancur. dan, sampai saat ini semua kenangan itu campur aduk jadi satu dan gue cuma pingin bilang,
apa lo inget?

rindu

perah gak sih, ngerasain hal yang menyenangkan sekaligus menyakitkan?

kangen. merindukan kejadian kejadian dimasa lalu. masa masa yang menurut lo paling indah dan gabisa dilupain dan menyenangkan dan membuat hidup lo berarti dan lo nyaman sama masa masa yang lo anggap kaya apa yang gue beberkan tadi. pusing? hanya orang desperate yang bisa mengerti. thanks.

pernah gak sih lo semua ketimpa hal yang menimpa gue juga, I mean... lo rindu. rindu sama hidup lo yang dulu. dengan semua, apapun yang ada di sekeliling lo saat itu yang membuat diri lo nyaman, tenang, bahagia. entah manusia, atau benda, atau lingkungan, atau makhluk lainnya yang membuat diri lo 'hidup' dan bergairah.
gue gak ngerti cara ngeberhentiin perasaan ini. kaya gimana? pake apa? kenangan, barang-barang, sisa-sisa memori itu tertancap di otak lo dari ubun-ubun sampe ujung kuku jempol kaki. 
menurut gue gaakan ada yang bisa ngerti perasaan gue sekarang gimana. kadang gue suka mikir.... gue salah apa dulu sampe sekarang jadi kaya gini? hal apa yang membuat menyamanan gue hilang gitu aja? 

saat perasaan gak bisa dipaksakan untuk 'pindah' dan semua kenangan semakin menguatkan lo untuk tetap 'diam', apa yang kira-kira bakal lo lakuin? lo milih untuk 'diam' atau 'pindah'?

diibaratkan kaya buku... di rak buku, ada 10 buku berseri tersusun rapi. taunya... si empunya buku pindah rumah. lalu 10 buku berseri itu dibawa dan disusun di rak dalam rumah barunya. ternyata yang bisa masuk ke rak itu cuma 7 buku. lalu 3 buku lagi dikemanakan? buang? bakar? disimpan dalam dus? atau dipaksakan masuk rak itu? mungkin... baiknya si empunya beli rak baru, dan beli beberapa buku baru biar rak itu gak useless. tapi apa bakal nyambung? ketika 3 buku berseri itu disatukan dengan 7 buku baru yang bukan serinya? .....................................
apa sama dengan hati? ketika perasaan kita lagi nyaman-nyamannya. lalu kita dipaksa untuk pindah ke hati lain, dengan 3/4 perasaan di hati yang lama dan 1/4 harus terpaksa pindah ke hati yang baru. bukankah seharusnya 3/4 dan 1/4 bersatu menjadi satu bagian?

bukan masalah orangnya, tapi dari sisi kenyamanan kita, seberapa nyaman kita sama orang tersebut, bagaimana lo ketika ada di sekitarnya? apa lo merasa risih atau malah gamau lepas sama sekali? 
ketika lo nyaman, tapi lo ditolak sama kenyamanan lo sendiri. ketika lo harus ngejauh dari rasa nyaman itu. ketika lo gabisa menyapa rasa nyaman lo dan cuma bisa ngeliat orang lain yang nyaman sama kenyamanan lo. dan ketika lo gabisa cari kenyamanan lain selain dia.

Senin, 09 Januari 2012

the point is...

inti dari semua post yang gue post barusan adalah... selama lo punya hati, selama lo yakin, selama lo usaha dan berdoa, apapun yang menurut lo gak mungkin bisa jadi kenyataan.

dan gue percaya... gue sama "prasasti dan sejarahnya" akan membuat sejarah dan prasasti lainnya :)

have a good night, sweet dream.

teenagers problems

kemarin-kemarin kebetulan lagi hang out sama kawan lama. ada seorang teman, yang bilang gini ke gue "aku sih lebih mentingin motor, ketimbang muka ah belakangan itumah" gue terhenyak. lalu gue nyeletuk "mendingan hati kemana-mana lah" jawab gue ketus. gue fikir apa dia gapernah dapet ketulusan dari seseorang atau memang belum pernah tulus sama orang... dan akhirnya part yang bikin gue agak gak sreg adalah saat dia bilang "hati? mau dikasih makan apa lo pake hati?" kira-kira salah gak sih? menurut gue salah. dan salahnya besar banget.

sekarang, zaman kaya gini emang susah baaaaanget buat cari orang yang bisa tulus. gue bingung... apa dengan semua "materi" yang si -lawan jenis- punya akan bikin kita bahagia? menurut gue, semua materi itu cuma pelampiasan kepuasan duniawi. cuma hati yang menurut gue mahal banget. 
kita ambil contoh, ibu. pernah gak sih seorang ibu sampai mutusin ikatan sama anaknya? se marah-marahnya seorang ibu, pasti selalu bisa memaafkan. kenapa beliau bisa memaafkan? karena beliau tulus sayang sama anaknya. 

apakah cinta semurah itu? apakah kasih sayang bisa dibandingkan sama materi duniawi? buat apa tuhan ngasih kita perasaan kalau bukan untuk di jaga, diberikan pada orang yang tepat.

menurut gue, pacaran sekarang itu bukan mempererat hubungan satu sama lain, mengenal satu sama lain. tapi pacaran sekarang adalah "lihat nih, gue punya pacar. udah tajir, ganteng/cantik blabla" pacaran sekarang menurut gue murahan. memang ada pasangan yang "lurus" tapi pasangan yang "melenceng" lebih banyak sehingga mendominasi.

"kenapa kamu suka sama dia?" "abis ganteng sih/ abis cantik banget!" klasik... "abis tajir, kalau kemana-mana kan jadi gak susah" hello?? menurut lo dia tukang ojek? sopir? sakit gak sih ketika seseorang tahu ternyata si pacarnya ini ngicer sesuatu dari apa yang dia miliki sekarang?
hati. menurut gue bisa ngatasin semua masalah.
1. kalau seseorang memang sayang sama kita, dia pasti bakal ngelakuin apapun. ya asal kita juga pake hati, jangan jadi memanfaatkan.
2. kalau banyak orang sekarang liat dari fisik, si lawan jenis bakal semaksimal mungkin bikin dia jadi lebih menarik. ya gak sih? pasti dia akan memunculkan perubahan. misalnya..  jadi lebih rapi, wangi, bersih.
3. kalau ngeliatnya dari jabatan atau "tingkat ke-eksis-an" seseorang. mikir dulu deh... lo gak malu gelendotan di nama baik orang lain? seseorang yang sayang sama kita pasti bakal ikut kegiatan yang positif yang bisa bikin lo tertarik, biasanya sih kalau anak sekolah ngambilnya anak osis, atau ketua ekskul favorit.
4. kalau ngeliat dari materi... lo pernah gak berpikir, selama ini lo cuma ngincer materinya doang? bukan cinta namanya, tapi pemuasan. coba bawa pikiran lo jauh. seandainya lo akan nikah sama dia, dia gaakan bikin lo terlantar. secara dia sayang sama lo, apa aja dia usahain supaya elo gak merasa kekurangan, betul?

intinya...kalau cinta dan sayang sama seseorang itu bukan karena ada "sesuatu" tapi karena "sesuatu" itu ada. cinta dan kasih sayang itu gak bisa dilihat, digapai, atau diambil. cuma bisa kita rasain. coba belajar tulus sama sesuatu atau seseorang. belajar dewasa untuk ga ketergantungan sama hal duniawi.

prasasti dan sejarahnya.

oh yeah! WELCOME 2012!!!! I'm so excited about it. hmm.. not really :/


I really miss this blog, too much! long time no posting haha, I think I'm too busy of all things that spinning around my head.
Jadi, intinya gue posting di sini adalah... kangen nulis. cukup tau, nulis pake pensil atau pulpen jauh lebih cape daripada nulis di blog ini. gue harus mulai darimana ya.. terlalu banyak nih sejarah dari 2011, apalagi prasastinya haha-_- 

so, kejadian yang gue alamin mungkin agak mengenaskan ya. ga juga sih, entah guenya yang lebay atau gimana. semua orang tau dong, gimana rasanya dibawa terbang tinggi terus tiba tiba dijatohin, gak pake pengaman, dan ditinggal pergi. yaaa.. semacam itulah, bisa bayangkan sendiri maksudnya apa. tapi entah ya, gue aja bingung... pada saat gue udah dikayak gituin, gue malah makin percaya bahwa pasti ada "apa-apa". kesel, iya. sakit, jelas. nangis, jangan ditanya. tapi ya, aneh... gue aja heran. kadang gua bawa paksa lari dari dunia yang fana itu tapi ada magnet yang narik gue balik lagi. entah karena prasastinya atau sejarahnya. atau dua-duanya.
semakin gue lupain, semuanya semakin ngedesek gue untuk terus mikirin. semakin gue ngejauh, semakin dia ngejar dan narik gue balik. semakin gue berusaha benci, semakin besar rasa sayang gue. setiap gue stop, pasti keputer lagi. 

beberapa bulan ini emang gue berusaha ngestop, dan mencoba membuka halaman baru. why? karena gaada gunanya juga kalau si prasastinya itu ga nanggepin, ga ngerasain hal yang sama sama apa yang gue alamin. saran dari temen-temen juga bikin gue makin mantap untuk moving forward. alhasil... yaa bisa dibilang lumayan. gue udah ikhlas sekarang. accepting bahwa, yes.. life is unfair, dude. sometimes what we want is the one we cant get. *uhuk*tapi entah kenapa ya.. gue masih selalu ingat apa yang diucapin sama prasasti itu. hampir semuanya. prasasti said "it will be last" "till forever"... gue bingung, bingungnya kenapa? karena gue masih percaya kalau si prasasti was mean it. and will be proven someday. 

and I think.. our someday might be today. :)
 

©2013. with ♥ from Mirsha Shahnaz Azahra.